Minggu, 05 Oktober 2008

kepastian

KITA SEMUA......
Terlahir......Susah............terus mati.........
Terlahir......Sedang susah..............belum mati tapi pasti akan MATI

Selasa, 19 Agustus 2008

siapa yg dah merdeka

Merdekaa....merdekaaaa..
Tapi sayang
kemerdekaanku hanya di jadikan tameng bagi org2 hina
sialaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan

sialan

bangsaaaaaaaat....sialaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan...anjiing kurapaaaaaaaaaaaaaan
topeng yg dia pakai begitu anggun
mempesona
tutur katanya..
ooooooooooh...sialaaaaaaaaaan
aku di tipu mentah2...ternyata dia hanya seorang bajingan
yang bertopeng pahlawan
dan selama ini aku melindunginya..dari segala ke jahatannya...
waduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh
tapi entah kenapa
aku gak bisa membencinya...
yang aku bisa hanya membeci diriku sendiri

Minggu, 27 Juli 2008

judulnya lg di cari


Sejenak aku menengok ke belakang...
dan aku tersenyum sendiri...
melihat banyak hal yang telah aku lakukan...

Minggu, 20 Juli 2008

Cinta yang hilang

Seperti biasanya , jam 7 pagi inipun rangga masih lelap dalam tidurnya, di sebuah kamar yang gak pernah keliatan rapi sedetikpun.

"Ngga....ranggaaa...bangun ngga.." dengan sebuah kecupan di pipi, vera membangunkan rangga. "Heeem..entar maaa.." rangga mengira yang membangunkanya adalah mamanya.

"Heeh ini akuuuu.."vera mengguncang pundak rangga.

Lalu rangga bangun..dia duduk sambil melongo menatap wajah kekasih yang selama 9 bulan ini dia rindukan, dan hari ini wajah itu ada di hadapanya, rangga mencubit pipinya sendiri untuk memastikan kalo dirinya tidak sedang bermimpi, setelah kesadarannya terkumpul..

"Veeer...kapan kamu datang? kapan dari bogor?" tanya rangga sambil mengacak ngacak rambut vera, sangat tampak kebahagiaan di mata ranga.

"Jam sebelas malem!" vera menjawab singkat sambil tersenyum manis.

"Kok gak ngasih kabar mo pulang sih? aku kan bisaaaa.."rangga tidak melanjutkan kata-katanya.

"Bisa apaa..?" tanya vera.
"Yaaaa..bisa siap-siaplah." jawab rangga sambil cengengesan.

"Nggaa.. aku pengen ngomong ama kamu, ada hal penting yang harus aku omongin ke kamu, tapi aku gak mau ngomong disini, gimana kalo kita ngomong di tempat yg biasa kita datangi, kamu mau kan?" vera merajuk.

"Siap booosku yang cantik, tapi aku mandi dulu yaa!" kata rangga sambil berdiri meninggalkan kamar tidurnya yang acak-acakan, vera hanya mengangguk sambil ngeloyor keruang tamu.

Setelah selesai mandi rangga baru sadar kalo dirinya lupa membawa handuk, lalu teriak-teriak memanggil mamanya.

"Maaaaa...mamaaaaaaa...tolong ambilkan handuk maaaa!"teriak rangga.
"Yaaa...iyaaaaaa." jawab mamanya ikut-ikutan teriak.

"Ngga..rangga..nih handuknya."sambil mengetuk pintu kamar mandi sang mama memanggil anak satu-satunya itu.
"Makasih maa.." kata rangga sambil membuka pintu kamar mandi dan mengambil handuk yang disodorkan mamanya.

Setelah beres barpakaian, rangga menghampiri mamanya yang sedang mempersiapkan makanan untuk sarapan pagi.

"Maa..minta duit dooong, rangga mo jalan-jalan nie..!"kata ranga.
"Emang mo jalan kemana? tanya mama.
"Vera ngajak jalan tu ma, biasa lah ma anak muda."rayu rangga.
"Ranggaaa...rangga, sudah punya pacar kok duit masih minta mama sih" kata mama.
"Yaa..yang nyari duit kan ada papa, kan mama sendiri yang bilang kalo rangga itu gak usah mikirin duit, kuliah aja yang bener."rangga membela diri.
"Kamu ini nggaa..ngga..kalo ngomog gak mau ngalah" kata mama.

"Cepetan dong maa.." rangga mulai gak sabar.
"Iyaa..nanti mama kasih, tapi sarapan dulu dong, sekalian vera ajak makan gii."kata mama.

Setelah beres sarapan, rangga dan vera segera pamit dan mereka berdua berangkat naik motor RXking kesayangan ranga, menuju tempat yang biasa mereka datangi berdua,sebuah tempat yang sangat indah, sebuah sungai dangkal dengan airnya yang jernih dengan batu-batu besar, di lindungi dedaunan pohon-pohon besar yang tumbuh di pinggir sungai sehingga sungi itu kelihatan teduh dan sejuk.

"Ver..kita duduk dibatu itu yuk!"rangga menunjuk sebuah batu yang sering mereka duduki berdua.
Vera hanya mengangguk meng iyakan, lalu rangga memegang erat tangan kanan vera dan berjalan menyusuri pinggiran sungi menuju batu yang iya tunjuk.
Setelah sampai rangga langsung memilih tempat duduk yg deket ke air, ujung kakinya di masukan ke air sungai yang jernih, verapun mengikutunya.

"Veeer...aku tu kangeeeen banget ma kamu." kata rangga membuka pembicaraan.
Tapi vera malah diam sambil menundukan wajah.

"Loh..ver kok kamu malah diem sih, ada apa? Katanya kamu mo ngomong, ngomong apa?" rangga bertanya melihat keanehan kekasih pujaan hatinya.

"Maafin aku ya ngga!" kata vera.

Rangga melongo mendengar kata-kata vera, dahinya berkerut, hatinya semakin bertanya-tanya melihat kejanggalan yang ada.

"Kok kamu malah minta maaf, emangnya ada apa ver?" rangga kembali bertanya.
"Ak..aku." ucap vera terbata-bata.

Rangga memegang kedua tangan vera dengan lembut, sambil menatap wajah vera yang kelihatan bingung.

"Veeeeeer..kamu ngomong aja, ada apa sebenarnya? kok kamu kayak sedih gitu sih? apa sih yang mau kamu omongin?" rangga memberondong vera dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.

"Hubungan kita hanya bisa sampai disini ngga!" kata vera sambil melepaskan genggaman tangan rangga, lalu melepas cincin pertunangan dari jari manisnya dan menyerahkan cincin itu pada rangga.

Tanpa sadar rangga menirima cincin yang diberikan vera, lidahnya terasa kelu, jantungnya serasa terhenti, menerima kata-kata vera yang sama sekali tak pernah diduganya, baru berapa jam kebelakang kebahagian menyelimuti hatinya dan detik ini kebahagiaan itu terenggut tiba-tiba, tubuhnya tersandar pada batu besar, tubuhnya terasa lemas, napas terasa sesak, tubuhnya gemetar.

Setelah sadar rangga melihat vera sudah lari meninggalkanya sambil menangis.

"Veeeeeeeer....Veraaaaaaaaaaaaaaaa" ranga teriak memanggil gadis yang di cintainya.

Tapi tanpa menoleh vera lari semakin menjauh, lalu rangga berlari mengejarnya, tapi rangga terhenti ketika matanya skilas melihat sepucuk surat yang terjatuh di tanah, diambilnya surat itu lalu melihat sampul surat itu, "toek Rangga."

Rangga berniat mengejar vera tapi niat itu menjadi urung setelah melihat vera sudah naik motor ojek di pangkalan tempat rekreasi itu.

Rangga kembali melihat surat yang ada digenggamannya, lalu merobek sampulnya..perlahan rangga membuka surat itu dan membacanya.

"............ngga..maafin aku yaa...aku gak nyangka kalo pertunangan kita akan berakhir seperti ini, selama aku dibogor ternyata ayahku suka main judi dan dililit banyak utang. Aku di paksa menikah dengan org yg gak aku cintai untuk melunasi untang ayahku. Aku pernah coba kabur tapi ayahku menemukanku, aku......................"

Rangga tak sanggup membaca semua isi surat itu, tubuhnya lemas , dia terduduk ditanah, tanganya meremas kertas yang ada di tangan kanannya, lalu dia rebahkan tubuhnya di tanah, nafasnya sesak serasa dihimpit bungkahan batu besar, dari bibirnya keluar kata-kata, "TUHAN KENAPA KAU RENGGUT KEBAHAGIAAN INI DARIKU."

Sabtu, 19 Juli 2008

Di perempatan jalan

Sepi...
Seperti biasanya malam inipun perempatan jalan ini terasa sepi...
Hanya beberapa ekor tikus got...
Kucing dan juga anjing anjing liar...
Mereka sibuk berebut mencari makan...
Mengisi sepinya malam...

Riuh...
Seperti biasanya siang inipun perempatan jalan ini terasa riuh...
Riuh oleh kesibukan manusia...
Sibuk berebut mencari makan...
Tanpa peduli makanan siapa yg mereka rebut...
Tanpa peduli makanan siapa yang mereka makan..
Tanpa peduli siapa yang mereka makan....
mengisi riuhnya siang...

"tuk kita renungkan broo"

Rabu, 16 Juli 2008

Topeng

Entahlah..
Entah berapa banyak topeng yg telah ku kenakan..
Detik berganti menit..
Menit digantikan jam...
Selanjutnya hari mengantikanya...
Begitupun topeng yang kukenakan.....
Setiap detiknya..setiap jamnya kuganti dan kuganti...
Untuk menutupi kebusukan hatiku...
Untuk menutupi barbagai kemunafikanku......


untuk kuingat...

Selasa, 15 Juli 2008

Pasrahku

Buntu otaku..
Terseok langkahku...
Compang camping rasaku...
Membatu hatiku...................
Tak mampu kuterima kepergianmu...


Diam....
Berharap.....
Menunggu.....
Hanya itu yang tersisa dihidupku..
Mengisi hari hariku...


"dunia ini nyata-nyata bersifat keji dan jahat....kecuali..."

Senin, 14 Juli 2008

Puisi untuk sahabat

Sesungguhnya malam ini sangat indah..
Seperti malam malam yang telah melewati malam malamku...
Tapi entah kenapa..
Malam ini keindahan itu tak terasa, menghilang entah kemana...
Sapaan indahnya rembulan,yang selalu menyapaku tiap malam tanpa bosanya..
Tak mampu aku jawab malam ini...
Tarian bintang dilangit yang setia menghiburku tiap malam...
Tak mampu mengundang ceriaku dimalam ini...
Entahlah sahabat...
Semua itu tiba tiba menghilang ketika aku mengingat akan penderitaanmu..

Sahabat..
Maafkan aku...
Karena aku tak tau kalau di balik indahnya matamu ternyata menyimpan banyak duka
Maafkan aku...
Karena aku tak tau kalau dibalik manis senyumu ternyata menyimpan banyak luka...

Sahabat...
Kuatkan hatimu...
Supaya duka itu tak mampu lagi menghampirimu...
Kuatkan hatimu...
Supaya luka itu tak mampu lagi menyakitimu....

Sahabat...
Yakinkan dirimu....
Yakikan dirimu, kalau penantianmu akan menemui kedatanganya...

Sahabat...
Masih panjang jalan yang harus kau tempuh..
Masih luas bumi ini untuk kau jelajahi.............
Masih banyak tugas yang harus kau tuntaskan...

Sahabat...
Nikmatilah keindahan malam malamu...
Jawablah sapaan indahnya rembulan di setiap malammu..
Menarilah dengan tarian bintang bintang dilangit....
Agar Duka dan Luka
Tak mampu lagi menghampiri dan menyakitimu...


"terimakasih untuk sahabat2Q yg slalu mengingatkanQ dari stiap kesalahan2Q"

Sabtu, 05 Juli 2008

KITA LEBIH HEBAT DARI MATAHARI

Ketika anda membaca judul lagu diatas, mungkin seringai akan muncul dibibir anda...he he he...Tapi kalau kita telusuri kehebatan kita, senyum seringai kita perlahan akan menghilang. Dan kesadaran akan kehebatan kita mulai menyelimuti diri kita secara perlahan. Saudaraku..,taukah anda? bahwa sesungguhnya kita itu memang lebih hebat dari pada MATAHARI. Dipagi hari Sang Matahari akan muncul dengan senyumnya yang ramah..dengan sinarnya yang hangat kita rasakan. 8 jam kemudian dengan pongahnya dia berada di singgasana KEPUNCAKANNYA...sinarnya panas kita rasakan, tetapi sodaraku...beberapa jam kemudian diapun mulai menunjukan kearifannya..dia mundur dengan perlahan meninggalkan singgasananya yang tinggi..dengan sinarnya yang mulai redup dan menghilang entah kemana. Sementara kita MANUSIA lebih hebat dari itu, kita terlahir dengan teriakan yang sangat menyayat hati..seiring langah waktu langkah kitapun semakin lebar dan cepat juga semakin tegap. Dan perlahan kita pun mencapai PUNCAK KEJAYAAN kita..dan kita pun terus akan berusaha. Tanpa mau peduli usia kita makin renta...tanpa mau peduli kulit kita semakin keriput...kita akan terus merasa bahwa kita belum mencapai PUNCAK. Sodaraku itulah salah satu bukti bahwa kita lebih hebat dari sang Matahari. Matahari akan mencapai puncaknya...sementara kita sebagai manusia...PERNAHKAH ANDA MERASA BAHWA ANDA SUDAH MENCAPI PUNCAK...????? Itulah salah satu bukti....bahwa kita hebat..karna Keserakahan kita...kita tak akan pernah merasa berkecukupan..kita akan selalu berusaha untuk mencapai puncak yang lebih ..lebih.....lebiiiiiiiiiih tinggi lagi...sampai kita tak menyadari kalau diri kita ternyata sudah ada di LIANG LAHAT.

Minggu, 29 Juni 2008

anak setan

Anak setan.....hiiiiiiiii ngeri mendengarnya juga, gimana sih rupa ANAK SETAN itu...??? pertannyaan itu muncul ketika saya mendengar kata ANAK SETAN. Dalam benak saya langsung muncul sesosok mahluk kecil dengan wajah yang menyeramkan dan membuat merinding seluruh bulu kuduku. Tapi ....... benarkah Anak Setan itu seram wajahnya seperti yang ku bayangkan..?? ternyata tidak..!!!!!! setelah seorang teman bercerita tentang anak setan, aku justru terkejut. Bukan karena keseraman wajah si Anak Setan itu..tapi aku terkejut karena WAJAH SI ANAK SETAN ITU justru sebaliknya. Tidak menakutkan, Tidak menyeramkan bahkan membuat kita yang melihatnya jadi TERPESONA melihat wajah si Anak Setan itu. Bagaimana tidak..?? kecantikan...kemolekan...keindahan...yang dimiliki si Anak setan itu sangat menggoda saya untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan saya dalam beragama. Kecantikan dan kegantengan wajahnya akan membuat kita lupa akan suami dan istri kita. Kemolekan dan kekekaran tubuhnya..membuat syahwat kita bangkit untuk menikmatinya. Ooooooooooh ternyata....aku salah tentang prasangkaku dan aku mulai menyadari tentang siapa ANAK SETAN itu. bahkan mungkin aku adalah salah satu dari ANAK-ANAK SETAN itu. bagai mana dengan andaaaaa..??????? apakah anak setan itu adalah kita sendiri...yang selalu menggoda.., menghasut.., memfitnah.., merusak...dan........seabreg kejahatan2 yang sudah kita lakukan....